Dimalam Hari 1 title

Dimalam Hari saat jalan santai di Kota Terincinta dan di tanah tercinta Papua.

Saat Menatap Lagit dimalam hari 2 title

Menatap malam yang indah, dimana saya duduk itulah tempatku.

Kompak bersama Sahabat 3 title

Kekompakan kami tak akan Goyah, sampai kapanpun.

Tiga Bersaudara 4 title

Kami adalah sahapat sejati ARMY.

Papua Map 5 title

Peta Tanah Papua, dan suara Tanah Papua.

Minggu, 30 November 2014

Polisi Segera Limpahkan Berkas Rambo Cs ke JPU


Penulis : on November 29, 2014 at 09:27:48 WP
Syam Terrajana
Rambo Cs Ketika Berada di Ruang Reskrimum Polda Papua Akhir Oktober Lalu - Jubi/Arjuna
Rambo Cs Ketika Berada di Ruang Reskrimum Polda Papua Akhir Oktober Lalu – Jubi/Arjuna
Jayapura, Jubi – Penyidik Reserse dan Kriminal Umum (Reskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Papua segera melimpahkan berkas Rambo Wonda dan empat kawannya, yang merupakan anggota kelompok bersenjata wilayah Lanny Jaya, Papua ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua.
Kapolda Papua Inspektur (Pol) Yotje Mende mengatakan, penyidik Reskrimum Polda setempat berupaya merampungkan berkas para tersangka, agar segera melimpahkan ke kejaksaan guna disidangkan.
“Berkasnya sudah tahap satu. Kalau semua sudah lengkap, akan segera dilimpahkan ke jaksa untuk disidangkan di pengadilan. Proses pemberkasannya tidak sulit, karena ada fakta dan barang bukti yang ditemukan di lapangan. Sudah jelas,  ada peluru, ada aktifitas mereka, dan dokumentasi,” kata Kapolda Yotje, Kamis (27/11).
Menurutnya, berkas Rambo dan keempat kawannya dipisah dengan berkas oknum anggota polisi penjual amunisi kepada kelompok bersenjata, Tanggap Jikwa.
“Kami selaku penyidik profesional tidak menyatukan berkas perkara mereka. Oknum anggota polisi kami proses lewat sidang kode etik dan sudah dipecat dari kesatuan,” ucapnya.
Rambo Wonda, merupakan salah satu pimpinan kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Lanny Jaya, Papua. Sejak beberapa tahun belakangan, ia masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Papua. Pria itu diklaim sebagai salah satu panglima kelompok bersenjata wilayah pegunungan tengah Papua.
Pada Minggu, 26 Oktober lalu, ia ditangkap Tim Khusus (Timsus) Polda Papua di salah satu hotel di Kota Wamena, Jayawijaya. Polisi menyatakan, Rambo ditangkap bersama empat orang rekannya dan seorang oknum anggota polisi yang bertugas di Polsek Nduga, Tanggap Jikwa. Ketika itu mereka sedang melakukan jual beli amunis

Selasa, 09 September 2014

KAMBANYE REVERENDUM DI PORESMI PNG

1st December 2013, West Papua independence day in Port Moresby, capital city of Papua New Guinea.
On this day, the Govenor of Port Moresby, Powes parkop, officially raised the West Papuan national flag atop the city hall for the first time in West Papua's history.
This day in Port Moresby alone marked an enourmous milestone on the road to West Papua's freedom.
Our people on the other side of this island will never forget us.
Freedom from Sorong to Samarai!

Indonesian Troops Fire On PNG Soldiers Along Border

May 5, 2014
indonesian soldiersTensions continue to rise at the border between Papua New Guinea (PNG) and West Papua as Indonesian troops open fire on PNG soldiers. The Post Courier newspaper reported that the incident happened at the weekend and follows a similar incident that happened on April 19th.
The shooting incident pushed the Minister for Foreign Affairs and Immigration to summon the Indonesian Ambassador Andrias Sitepu to be given further warnings.
Tensions have been rising in the border region ever since the OPM (Free Papua Movement) took control of a border post raising the West Papuan and UN flag on 5th April. There have been fears amongst the West Papuan refugee community that they may yet again be on the receiving end of reprisals from both the PNG and Inodnesian military and police.
A PNG Government official speaking on condition of anonymity said that the border situation “is very sensitive at the moment”. Certainly if similar incidents continue to occur it will draw attention to the situation in West Papua and push PNG to reconsider their relationship with Indonesia.

KNPB MENGADAKAN IBADAH PEMBUKAAN DUKA, DAN SERUKAN DUKA NASIONAL DI WEST PAPUA ATAS MENIGGALNYA Dr.JHON OTTO ONOWAME.


JAYAPURA, 05 SEPTEMBER 2014. Badan Pengurus Pusat Komite Nasional Papua Barat ( BPP-KNPB ) menyerukan Duka Nasional sorong sampai merauke Atas meninggalnya Tokoh OPM Tuan. Dr. Jhon Otto Onowame di Vanuatu. Selain itu KNPB pusat secara resmi Membuka Duka Nasional sekertariat KNPB pusat.
Mengawali duka Nasional KNPB Pusat KNPB wilayah Numbay, KNPB wilayah Sentani Dan Parlement Nasional West Papua ( PNWP) serta seluruh anggota KNPB mengadakan Ibadah Pembukaan duka nasional diadakan halaman sekertariat KNPB.
Ibadah singkat pembukan duka tersebut dimulai Pada hari ini jumat 05 sepember 2014 pukul 13.20 WPB. Ibadah yang dipimpin oleh Wakil Parlemen Nasional wilayah Ha Anim Tuan. Eliaser Anggaingkum, dalam Gotbahnya mengajak seluruh Anggota KNPB tetap bersukur apa pun terjadi dalam kehidupan dan dalam perjuagan ini dan tetap apa yang ditinggalkan oleh Dr. Jhon Otto Onowame.
Dalam ibadah duka tersebut ada beberapa kesan pesan yang disamapaikan oleh wakil ketua Parlemen Nasional PNWP wilayah Tuan. Hary Ronsumbre. Dalam kesan pesanya PNWP menyampaikan turut berduka Atas terpanggilnya Tuan. Jhon Otto Onowame, kemudian menyampaikan kepada KNPB dan parlemen untuk menlanjudkan perjuagan yang ditinggalkanya.
Kemudian kesan pesan berikutnya disampaikan Ketua Umum kNPB Victor F. Yeimo, dalam kesanya turut Menjampaikan bela sunggawa atas meninggalnya Tuan Otto Onowame. Lebih lanjud Victor mengatakan Tuan Jhon Otto Onowame adalah salah satu diplomat atau pejuang Papua yang memiliki Gelar Doctor dan beliau dan bersama Andi Ayaimseba pertama Membuka Kantor OPM secara Resmi di Vanuatu.
Selain itu tuan Jhon Otto Onowame dipercayakan sebagai Wakil Ketua WPNCL di Vanuatu sejak tahun 2007. Dan beliau bersama rekanya Andy Ayaimseba bekerja keras berjuang sampai degan hari ini beliau meniggal dunia. Kami rakyat Papua Barat telah Kehilangan seorang pejuag sejati. Ahir pesanya mengajak seluruh rakyat Papua pada umumnya lebih khusus KNPB untuk meneruskan perjuagan beliau tiggalkan tegasnya.
Sekaligus menyampaikan serukan Duka Nasional kepada Seluruh Badan Pengurus KNPB Pusat pengurus KNPB wilah Sorong sampai Merauke, KNPB Konsulat Parlemen Nasional West Papua (PNWP) Parlemet Rakayat Daerah (PRD), seluruh Anggota KNPB dan seluruh komponen rakyat Papua Barat serta seluruh Aktivis pejuang papua di tanah Air West Papua Sorong Sampai Merauke.
Segera Lakukan duka nasional selama 3 hari di sekertariat KNPB masing-masing wilayah atas terpanggilnya, Bapak Om kaka saudara Terkasih Tokoh OPM Tuan. Dr. JHON OTTO ONOWAME di Vanuatu pada tanggal 04 September 2014 pada Pukul 08.00 waktu vanuatu, karena serangan Jantung. Jenaza almarhum sementara sedang disemayamkan di kantor OPM di Vanuatu oleh karena itu KNPB pusat membuka Duka Nasional di sekertariat KNPB pusat Vietnam.
SELAMAT JALAN PAHLAWANKU Engkau Tokoh revolusioner sejati, perjuangan dan pengapdian Serta pengorbanan jiwa dab Ragamu akan dikenang oleh Seluruh “Rakyat & Bangsa Papua akan Mengenangmu Selamanya” dalam sejarah Perjuagan Bangsa Papua Barat sorong sampai merauke kini dan sepanjang masa.
SALAM PEMERONTAKAN...!!!
Numbay, 05 september 2014
BADAN PENGURUS PUSAT
KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (BPP-KNPB)
VICTOR F. YEIMO ONES N. SUHUNIAP
Ketua Umum Sekertaris Umum

Indonesian police shoot at crowd injuring three West Papuans

May 6, 2014
One of the three victims injured by police shots
One of the three victims injured by police shots
UPDATED MAY 8, 2014
Take action to call for a full investigation into the incident.
Three West Papuans have been seriously injured today after police from the notorious Brimob (Mobile Brigade) shot into a crowd. The incident occurred this morning in Moanemani, Nabire.
The crowd had formed at the police station calling for justice after a speeding truck had struck and killed two locals. The driver of the truck had fled into the police station. Benny Goo, a witness at the scene, said the Brimob officers fired into the crowd without giving any warning, brutally shooting at civilians.
Two of the injured have been identified as Yulius Anouw (27) was shot in his chest; Gayus Auwe (32) was shot in his abdomen and right thigh and Anton Edoway (28) was shot on his left thigh. A reverend who was present during the shootings recalled that it was not only ‘one or two shots’ but more like rain of bullets.
The three injured victims were taken to Nabire Public Hospital for medical treatment. According to the latest information received by the Asian Human Rights Commission, Yulius Anouw and Anton Edowai have undergone surgery but are still unconscious. Gayus Auwe is still receiving medical treatment at the public hospital but has not undergone surgery yet.
The indiscriminate shooting of West Papuans by the Indonesian police gives yet another example of how Indonesia is not fit to rule West Papua. Human rights abuses continue on a weekly basis because Indonesia is illegally occupying West Papua using brutal force. The Free West Papua Campaign wants to end all such abuses by calling on the world to recognise Indonesia’s illegitimate claim and to grant West Papua independence to run their own country.
Take action to call for a full investigation into the incident.
Gayus Auwe was shot on his abdomen and left thigh
Gayus Auwe was shot on his abdomen and left thigh

Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Sorong, MARTINUS YOHAME menghilang secara misterius pada tanggal 20 Agustus 2014.



Sebelumnya Martinus Yohame Ketua KNPB wilayah Sorong bersama pengurus lainya pada tanggal 19 Agustus 2014 mengadakan konfrensi press pada pukul 15.00 WPB di depan kantor Wali kota sorong terkait dengan kedatangan Presiden Republik Indonesi Susilo Bambang Yudoyono (SBY) di tanah Papua, pada umumnya dan lebih khusus di wilayah Sorong dalam rangka acara Pembukaan Sail Raja Ampat di Waisai, Sabtu 23 Agustus 2014.
Sekaligus juga menolak Ilegal Logging, kekayaan alam Papua dan pembangunan Bahari Wisata Duni di Raja Ampat sebab dinilai pencurian dan merusak ekositem hutan di papua tidak menguntugkan milik tanah dan sumber daya alam dari seluruh rakyat bangsa Papua.
Pada Pukul 03.15 WPB, selesai jumpa press berapa Saat kemudian, seorang perempuan telfon kepada ketua KNPB sorong. Lebih lanjut perempuan itu mengatakan bahwa kami dari komnasham Jakarta, mau bertemu.
Beberapa saat kemudian mereka datang menemui ketua KNPB dan rombonganya di depan kantor Wali Kota sorong dengan mengunakan mobil avanza warna merah, di dalamnya ditumpangi satu orang laki-laki dengan menggunakan Handycam besar merek Canon, lalu mengajak Ketua KNPB bersama mereka menuju ke toko Mega Mall sorong, KM 9 sorong.
Kemudian perempuan tersebut menyuruh mereka makan di salah satu tempat makan/warung di samping Toko Mega Mal KM 9 Sorong Papua Barat.
Sambil makan mereka melakukan pertemuan, entah apa yang mereka bicarakan dalam pertemuan tersebut.
Sebelum bubar dari perempuan itu mereka baku tukar nomor HP dan perkenalan.
Mereka mengaku bahwa Mereka dari Komnas HAM di Jakarata. Kemudian perempuan itu lebih lanjut mengatakan bahwa pertemuan berikut kami akan lanjut pada hari rabu 20 Agustus dan kami akan kontak.
Selanjutnya, mereka melakukan komunikasi melalui Via tlp/SMS, sampai dengan terakhir pada hari Rabu tanggal 20 Agustus Pukul 12.00 WPB, Malam.
KRONOLOGIS PEMBUNUHAN Pada hari selasa tanggal 26 Agustus 2014, Martinus Yohame telah diantar oleh pihak Kepolisian Indonesia ke Rumah Sakit Umum di jalan baru sorong, kondisi tidak bernyawa.


Setelah polisi melepaskan mayat almarhum Martinus Yohame di Rumah Sakit, mereka juga melakukan upaya untuk mempersiapkan peti mayat untuk almarhum tanpa sepengetahuan keluarga korban.
Setelah polisi melepaskan mayat di rumah sakit umum lalu petugas kesehatan datang membersikan almarhum Martinus Yohame dengan berlumuran dara.
Pada hari Selasa 26 Agustus 2014 Pukul 03:25 WPB, petugas di rumah sakit mengamankan mayat di kamar mayat lalu mereka melakukan mis komunikasi untuk melihat mayatnya siapa dia yang sebenarnya.

Kami menemukan Almarhum di Kamar mayat dengan barang bukti seperti tali penikam, satu buah, karung goni dua buah dan sarung milik Tim SAR.
Dengan demikian Penculikan dan pembunuhan Ketua KNPB wilayh sorong raya adalah benar-benar yang dilakukan oleh TNI/Polri Republik Indonesia. Karena kejadian ini terjdi pada saat kunjuangan Kepala Negara Indonesia SBY di papua.

Hasil otopsi Jasad korban ditemukan oleh seorang nelayan, pada Selasa pagi (26/8) sekitar 07.00 WPB. mengapung di pesisir Pulau Nana, tidak jauh dari Kawasan Pulau Dom, Distrik Sorong, Kepulauan Kota Sorong.
Saat ditemukan, jasad Martinus dalam keadaan terikat erat di dalam karung.

Menurut hasil Visum yang dilakukan tim identifikasi rumah sakit umum Kota Sorong, ditemukan sebuah luka tembak di dada sebelah kiri, wajah korban juga hancur oleh pukulan benda keras.
“Kami temukan ada luka tembakan di dada kiri, dia punya muka hancur “ ungkap Yori petugas RSUD Sorong.
Kedua kaki dan dan tangan korban juga dalam posisi terikat, diduga jasadnya akan ditenggelamkan ke Laut.
Kami sampaikan kepada Dunia Internasional bahwa Kujungan SBY membawa pengorbanan malapetaka terhadap rakyat bangsa Papua Barat. Maka kami mohon dukungan internasional terhadap rakyat bangsa Papua Barat.

Oleh
BADAN PENGURUS PUSAT, KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (BPP-KNPB), AGUS KOSAY (Ketua I) dan ONES SUHUNIAP (Sekertaris Umum)


                        FOTO ALMARHUM KETUA KNPB SORONG, MARTINUS YOHAME
 
 
 

Benny Wenda calls for worldwide protests to free French journalists

August 21, 2014

Press Release
This statement has been released by Benny Wenda, Nobel Peace Prize Nominee and founder of the Free West Papua Campaign

Dear friends of West PapuaBenny Wenda the Road to Home
I am writing to you today to ask for your essential support in calling for the release of two French journalists, jailed only for reporting on what is really happening to my people and I am also asking you to help us together break down the walls of silence in occupied West Papua.
Thomas Dandois and Valentine Bourrat are two journalists who had been in West Papua making a documentary about the real situation in West Papua.
The pair were arrested on 6th August, jailed by the Indonesian police and are now being threatened with a 5 year jail sentence and $40,000 US dollar fine for simply being journalists in West Papua.
I am calling on all friends and supporters to please join us for an international day of action on Monday 25th August calling for their release.
The Free West Papua Campaign will be holding a protest outside the Indonesian Embassy at 38, Grosvenor Square in London from 12:00 onward and I urge everyone around the world available to please also hold demonstrations in your local area on the same day for the release of Thomas and Valentine and for genuine media freedom in West Papua.
For the last 50 years, the Indonesian government has banned all foreign journalists from entering West Papua in an attempt to cover up the atrocities being committed.
We desperately need urgent support in helping to put pressure on the Indonesian government to release Thomas and Valentine and to finally allow genuine media freedom and journalist access in West Papua.
Last year, the Indonesian foreign mister Marty Natalegawa claimed that now the Indonesian government allows international media to visit West Papua and the local Governor, Lukas Enembe also said he welcomed journalists to visit West Papua.
If international journalists are now welcome to visit, why were Thomas Dandois and Valentine Bourrat arrested and threatened with a 5 year jail sentence just for being there?
Friends, please join me and my people on this international day of action to call for their release, and for journalist access at last in occupied West Papua.
Thank you very much for all your ongoing help and support.
My regards to you all,
Benny Wenda
 Free West Papua Campaign calls for the release of Thomas Dandois and Valentine Bourrat, French journalists Indonesia has jailed simply for reporting in illegally occupied West Papua

The Free West Papua Campaign is calling for the release of Thomas Dandois and Valentine Bourrat, French journalists Indonesia has jailed simply for reporting in illegally occupied West Papua

KOLEKSI FOTO

|